2026-04-06 17:37:30

Harita Nickel (NCKL) Telah Habiskan Dana IPO Rp9,71 Triliun

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang dikenal sebagai Harita Nickel, telah merampungkan penggunaan seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) hingga tanggal 31 Maret 2026. Emiten pertambangan nikel tersebut mengumumkan bahwa dana bersih sebesar Rp9,71 triliun telah direalisasikan untuk berbagai keperluan strategis perusahaan, seperti dilansir dari Investasi.

Suparsin D. Liwan, Direktur Trimegah Bangun Persada, menjelaskan bahwa alokasi dana telah sepenuhnya selaras dengan rencana yang tertera dalam prospektus perusahaan. Pertanggungjawaban atas realisasi penggunaan dana ini akan diajukan untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) berikutnya.

NCKL secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 April 2023, berhasil menghimpun dana penawaran umum sebesar Rp9,99 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp289 miliar, jumlah bersih yang diterima perusahaan dari hajatan IPO mencapai Rp9,71 triliun.

Penggunaan dana tersebut mencakup beberapa pos penting. Sebanyak Rp825 miliar digunakan untuk melunasi utang kepada PT Harita Jayaraya, dan Rp893,28 miliar dialokasikan untuk pembayaran utang kepada PT Dwimuria Investama Andalan.

Selain itu, NCKL juga melakukan pelunasan utang sebesar Rp2,22 triliun kepada Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) dan PT Bank OCBC NISP Tbk. Perusahaan juga merealisasikan pembayaran utang outstanding Fasilitas Term Loan 1 dan Fasilitas Term Loan 3 kepada OCBC NISP senilai Rp130,74 miliar.

Investasi Modal dan Pengembangan

Dalam kategori belanja modal, NCKL mengalokasikan Rp323,90 miliar. Dana ini digunakan untuk pengadaan alat berat, seperti bulldozer, fuel truck, dan rock breaker. Investasi ini juga mencakup perbaikan, peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan nikel, serta pengembangan infrastruktur pendukung lainnya.

NCKL juga menyalurkan dana sebesar Rp3,32 triliun dalam bentuk setoran modal dan pinjaman kepada entitas asosiasi dan anak usaha. Setoran modal diberikan kepada PT Karunia Permai Sentosa dan PT Obi Nickel Cobalt. Sementara itu, pinjaman disalurkan kepada anak usaha seperti PT Halmahera Jaya Feronikel, PT Gane Permai Sentosa, dan PT Jikodolong Megah Pertiwi.

Sebesar Rp1,60 triliun dari dana IPO dialokasikan untuk akuisisi dan/atau penambahan kepemilikan saham di entitas asosiasi yang bergerak dalam pengolahan atau pemurnian bijih nikel. Dalam konteks ini, NCKL membeli 628.240 saham atau setara dengan 10% saham PT Obi Nickel Cobalt, sehingga kepemilikan perusahaan meningkat menjadi 20%.

Temukan lebih banyak

Terakhir, NCKL menggunakan Rp393,42 miliar dari dana IPO untuk modal kerja. Dana ini mendukung operasional seperti pembayaran kontraktor, royalti, gaji karyawan, pembelian bahan bakar, serta biaya perbaikan dan pemeliharaan.

Temukan lebih banyak

Source: investasi.kontan.co.id